Artikel
Yudha Adhyaksa
23 Jan 2026
Saya sebagai distributor dari sebuah brand, dan produsen brand tersebut sistem penjualannya dengan PO.
Jadi, open PO kemudian baru produsen membuatkan. Konsumen bayar di depan. Setelah barang jadi, distributor baru mengirim ke konsumen.
Apakah halal?
COACH YUDHA ADHYAKSA
Jadi secara Islam, aturan distributor yang benar adalah (mohon dicek, apakah sudah sesuai praktek lapangannya - karena belum dijelaskan di pertanyaannya)
- Jujur kapasitasnya. Sebagai distributor, tidak boleh mengaku sebagai penjual. Ini membuat jelas hubungannya dengan produsen juga batasan resikonya. Apabila mengaku sebagai pembeli, maka terkena dosa tidak jujur
- Sebagai distributor, berarti jelas bahwa dia perwakilan produsen dan tidak perlu menyetok barang. Tapi kalau mengaku sebagai penjual, maka dia harus menyetok barang dari produsen dulu sebelum menjual / mempromosikan. Apabila tidak menyetok, terkena dosa menjual barang yang belum dimiliki
- Nama pengirim barang yang tertulis di box haruslah dari produsen sesungguhnya. Tapi kalau yang muncul hanya nama distributor, akan mengesankan distributor sebagai penjual dan ini harus dihindari
- Soal pembayaran, idealnya uang dibayarkan ke produsen langsung sebagai pemilik barang lalu produsen mentransfer hak (komisi) ke distributor untuk melindungi produsen mendapat uang penjualan. Tapi kalau pembayaran langsung ke distributor, maka sebaiknya produsen mengetahui aliran uang ini untuk menghilangkan resiko distributor tidak mengirim uang hak produsen
Artikel
Misal penjual ingin memberi hadiah kepada pembeli namun tidak dipastikan barangnya, misal hadiah brupa cendramata dan pembeli boleh memilih yang mana saja.. apakah termasuk gharar ? COACH YUDHA ADH...
Yudha Adhyaksa
27 Nov 2025
Apa hukumnya apabila kita menjual produk orang lain dengan menggunakan brand kita dan sudah izin ke orang tersebut? COACH YUDHA ADHYAKSA Boleh, tetapi harus dipastikan tidak melanggar aturan sya...
Yudha Adhyaksa
26 Nov 2025
Pegawai Bank yang resign mendapat pesangon begitu besar bahkan sampai 33 X gajinya. Ibarat mendapat rezeki dari langit, kalau gajinya Rp. 50.000.000 sama dengan Rp. 1.650.000.000. Apakah boleh dimanfa...
Yudha Adhyaksa
26 Nov 2025
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan