Artikel
Latifah Ayu Kusuma
09 Jan 2024
Dalam ajaran Islam, zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Zakat bukan dikenakan atas profesi atau jenis pekerjaan, melainkan atas harta (mal) yang dimiliki. Oleh karena itu, istilah yang tepat dalam Islam adalah zakat mal, bukan zakat penghasilan atau zakat profesi.
Artikel ini akan membahas cara menghitung zakat sesuai syariah, khususnya zakat mal atas harta berupa uang, tabungan, dan aset bernilai lainnya.
Zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki dan berkembang, apabila telah mencapai nisab dan dimiliki selama haul (1 tahun hijriyah). Harta tersebut bisa berasal dari gaji, usaha, honor, atau sumber penghasilan halal lainnya.
Dengan demikian, yang dizakati adalah hartanya, bukan aktivitas bekerjanya.
Nisab zakat mal setara dengan 85 gram emas. Jika nilai total harta yang dimiliki mencapai atau melebihi nilai tersebut dan telah tersimpan selama satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya.
Harta yang dihitung dalam zakat mal antara lain:
Uang tunai dan tabungan
Saldo rekening
Emas dan perak
Piutang yang besar kemungkinan dibayar
Keuntungan usaha yang tersimpan
Harta yang langsung habis untuk kebutuhan pokok tidak termasuk objek zakat.
Zakat mal disalurkan kepada 8 golongan (asnaf), di antaranya:
Fakir
Miskin
Amil zakat
Muallaf
Riqab (pembebasan hamba sahaya)
Gharim (orang berutang karena kebutuhan syar’i)
Fisabilillah
Ibnu sabil
Berikut langkah menghitung zakat yang benar:
Jumlahkan seluruh harta yang tersimpan (uang, tabungan, emas, dll).
Bandingkan total harta dengan nilai 85 gram emas.
Harta tersebut harus tersimpan selama satu haul (1 tahun hijriyah).
Jika memenuhi syarat di atas, zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% dari total harta.
Kebutuhan pokok tidak dizakati, karena zakat hanya dikenakan atas harta yang tersisa dan tersimpan. Maka:
Biaya makan
Tempat tinggal
Pendidikan
Kesehatan
tidak termasuk objek zakat.
Gaji tidak otomatis wajib zakat. Yang wajib zakat adalah:
Jika dari gaji tersebut terkumpul harta
Disimpan hingga mencapai nisab
Bertahan selama satu tahun
Jika gaji habis untuk kebutuhan hidup dan tidak ada harta tersimpan mencapai nisab, maka tidak wajib zakat.
“Dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 267)
Saat ini zakat mal dapat ditunaikan melalui lembaga amil zakat resmi dan terpercaya, termasuk secara online, selama penyalurannya sesuai syariat.
Dalam Islam, tidak dikenal istilah zakat penghasilan atau zakat profesi. Yang ada adalah zakat mal, yaitu zakat atas harta yang telah memenuhi syarat nisab dan haul.
Memahami hal ini penting agar ibadah zakat kita:
Sah secara fiqh
Tidak memberatkan
Sesuai dengan tuntunan syariah
Jika kamu seorang pengusaha muslim, kamu bisa mempelajari zakat mal dan zakat bisnis lebih mendalam melalui kelas online Fiqeeh – Kampus Bisnis Syariah.
Zakat berbeda dengan sedekah.
Zakat wajib dan ada hitungannya, sedekah sunnah dan bebas jumlahnya.
Artikel
Pengusaha Muslim bingung bagaimana menghasikan uang dari internet? Menghasilkan Uang Halal Lewat Internet, Terbukti Cuan- Era digital membawa perubahan yang sangat besar bagi pengusaha muslim. Baga...
Latifah Ayu Kusuma
21 Feb 2023
Sebagai pengusaha muslim pernah tidak Anda merasa bingung mematok harga? Dilema mematok harga sebuah produk sendiri, khawatir terlalu mahal atau murah, kira-kira bisa diterima masyarakat nggak ya?...
Latifah Ayu Kusuma
07 Dec 2022
"Bersedekah tidak akan mengurangi harta, “Infaqkanlah hartamu, janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangk...
Latifah Ayu Kusuma
02 Dec 2022
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan