background

Artikel

Bisnis & Keseharian Harus Selaras Dong!

Yudha Adhyaksa

03 Nov 2024

Cover

Terkadang kita menganggap sepele urusan bisnis dengan tidak mengkaitkannya dengan urusan keseharian. Bisnis ya bisnis, urusan pribadi beda lagi. Ini adalah anggapan yang tidak tepat.

Jika Anda mau berbisnis syariah, maka perilaku sehari-hari harus dibuat syar’i juga agar selaras. Alangkah lebih baik jika kehidupan pribadi pegawainya juga diselaraskan agar tidak mencemari keberkahan bisnis Anda.

5 Hal Wajib Dilakukan Ketika Menyelaraskan Bisnis Dengan Keseharian

1. Tidak Berutang Ribawi Untuk Urusan Bisnis Dan Keseharian

Apabila bisnis syar’i nya tidak menggunakan modal pinjaman ribawi maka harus diikuti dengan keseharian si pemilik dan juga pegawainya untuk melepaskan diri dari riba seutuhnya.

Jangan sampai ketika sedang berbisnis yang syar’i, pemilik maupun pegawai malah sedang menggunakan Kartu Kredit riba atau mengambil Kredit Pemilikan Rumah riba secara diam-diam.

2. Membayar Zakat Perdagangan Seperti Zakat Pribadi

Seorang pengusaha terkadang tidak tahu kewajibannya untuk berzakat apabila hasil bisnisnya sudah mencapai nisab (nilai barang untuk dizakatkan) dan haul (waktu zakat). Padahal secara pribadi ia sudah bersedekah, infaq dan zakat.

Nah, agar bisnis semakin berkah, Anda harus membayar zakat perdagangan. Pelajarilah lebih serius tata caranya agar Anda dapat menghitung zakat perdagangan secara tepat.

3. Tidak Menerima Bunga Di Rekening Bank Bisnis Dan Pribadi

Baik rekening bisnis atau pribadi di Bank harus bebas bunga (riba).

Mintalah Customer Service Bank menghentikan pemberian bunga. Anda boleh memanfaatkan Bank tapi sebatas produk halalnya saja, untuk bertransaksi dengan pihak luar dan tempat darurat penyimpanan uang.

4. Tidak Merokok di Lingkungan Bisnis Ataupun Keseharian

Dalam lingkungan bisnis, saat bertemu dengan konsumen atau mitra bisnis atau supplier, seorang pengusaha terkadang menjaga citra dengan tidak merokok di depannya.

Sementara di belakangnya (kesehariannya), ia merokok seperti biasa. Ini jelas salah dan harus berhenti secara total bukan untuk menjaga reputasi didepan konsumen, mitra bisnis, supplier, tapi karena rokok adalah benda haram yang membahayakan kesehatan. Rekrutlah juga pegawai yang tidak merokok.

5. Tidak Menyuap Petugas Dalam Bisnis Maupun Pribadi

Dalam bisnis tidak boleh menyuap petugas perizinan atau orang dalam agar mau memesan produk Anda. Ini risywah (suap) dan diharamkan.

Dalam keseharian pun harus sama; tidak boleh menyuap polisi ketika melanggar rambu lalu lintas. Bayarlah tilang di pengadilan atau mengirim uang tilang ke rekening negara.

Diatas hanya contoh dan sesungguhnya masih banyak lagi perilaku bisnis yang harus diselaraskan dengan keseharian supaya terjaga keberkahannya.

 

Belajar juga

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
TANYA SYARIAH

Seseorang terlibat akad dengan klien pada sbuah usaha jasa, di tengah2 penyedia jasa merasa tidak suka dengan akhlak pembeli jasa, bolehkah memutus kontrak dengan mengembalikan sebagian uang pembeli ?...

Yudha Adhyaksa

05 Feb 2026

Thumbnail
TANYA PROPERTI  

Setelah sekian lama berkelana hampir 1th dalam mencari lahan, alhamdulillah saat ini dapat lahan yang super hot deal 😁 dilokasi yg sedang berkembang dengan perencanaan pengembangan kota disalah satu...

Yudha Adhyaksa

04 Feb 2026

Thumbnail
TANYA SYARIAH

Suami saya perokok berat dan saya juga lihat kiyai dan ustadz saya pun merokok COACH YUDHA ADHYAKSA Pertanyaan tentang rokok pernah diajukan ke website Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin &lsquo...

Yudha Adhyaksa

29 Jan 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image